ARTICLE CERDAS
SERBA BISA

UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.

Menghadapi Anak Tantrum dengan Tenang, Bantu Si Kecil Belajar Mengelola Emosi!

Menghadapi Anak Tantrum dengan Tenang, Bantu Si Kecil Belajar Mengelola Emosi!

Tantrum merupakan salah satu fase yang cukup umum dalam tumbuh kembang anak, terutama pada usia balita. Pada tahap ini, Si Kecil sedang belajar mengenali dan mengekspresikan berbagai emosi, tetapi belum sepenuhnya mampu menyampaikan apa yang dirasakan dengan baik.

Akibatnya, ketika merasa kecewa, marah, lelah, atau keinginannya tidak terpenuhi, anak dapat menunjukkan reaksi yang intens, seperti menangis keras, berteriak, menjatuhkan tubuh ke lantai, hingga melempar barang. Kondisi ini sering kali membuat orang tua merasa kewalahan.

Padahal, menghadapi anak tantrum dengan tenang dapat menjadi kesempatan penting untuk membantu Si Kecil belajar mengelola emosinya secara bertahap.

Alih-alih langsung memarahi anak, orang tua dapat memberikan rasa aman sambil tetap menunjukkan batasan yang jelas. Dengan respons yang konsisten, anak akan belajar bahwa semua emosi boleh dirasakan, tetapi tidak semua perilaku dapat dilakukan.

 

Cara Menghadapi Anak Tantrum dengan Tenang

Saat anak sedang tantrum, emosi orang tua juga bisa ikut terpancing. Oleh karena itu, langkah pertama adalah mencoba mengendalikan diri sebelum membantu Si Kecil.

1. Tenangkan Diri Terlebih Dahulu

Tarik napas perlahan dan usahakan berbicara dengan suara yang lembut. Anak sering kali belajar dari cara orang tua merespons situasi sulit. Ketika orang tua tetap tenang, anak dapat merasa lebih aman dan secara perlahan belajar meniru cara tersebut dalam mengelola emosinya.

2. Pastikan Anak Aman

Jika anak sedang menendang, memukul, menggigit, atau melempar benda, segera hentikan perilaku tersebut dengan tenang. Jauhkan benda berbahaya dan pastikan anak maupun orang di sekitarnya tidak terluka. Tetaplah berada di dekat anak, terutama jika ia masih sangat emosional.

3. Akui Perasaannya

Anak perlu merasa bahwa emosinya dipahami, meskipun keinginannya tidak selalu dapat dipenuhi. Orang tua dapat mengatakan, "Adik marah karena belum boleh bermain lagi, ya?" Kalimat sederhana seperti ini membantu anak mengenali nama emosinya dan merasa didengar.

4. Jangan Langsung Memberi Ceramah

Saat tantrum berlangsung, anak biasanya belum siap menerima penjelasan panjang. Kemampuan untuk berpikir jernih dapat menurun ketika emosi sedang kuat. Tunggu sampai anak mulai tenang sebelum mengajak berbicara tentang apa yang terjadi.

Setelah tangis mereda, Moms bisa mengajak Si Kecil berbicara dengan sederhana, misalnya, "Tadi kamu marah karena apa?" atau "Kalau lain kali kesal, kamu bisa bilang 'Aku marah' atau minta bantuan." Momen ini juga dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan cara sederhana menenangkan diri, seperti menarik napas perlahan, memeluk boneka favorit, minum air, duduk di tempat yang lebih tenang, atau menghitung sampai lima.

5. Tetap Konsisten dengan Batasan

Tenang bukan berarti selalu menuruti semua keinginan anak. Misalnya, jika anak tantrum karena ingin membeli mainan yang tidak direncanakan, orang tua dapat berkata, "Mama tahu kamu ingin mainan itu dan kamu kecewa. Tapi hari ini kita tidak membeli mainan." Dengan begitu, anak belajar bahwa perasaannya diterima, tetapi aturan tetap berlaku.

Konsistensi dalam menetapkan batasan dan memberikan contoh cara mengelola emosi membantu anak belajar mengatur perasaannya secara bertahap. Kemampuan ini tidak muncul dalam satu hari, sehingga Si Kecil membutuhkan latihan berulang dan dukungan dari orang dewasa di sekitarnya.

 

Bagaimana Mengendalikan Emosi Membantu Tumbuh Kembang Anak?

Kemampuan mengelola emosi merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak. Saat Si Kecil belajar mengenali perasaan, menenangkan diri, dan menyampaikan emosinya dengan tepat, ia juga belajar berinteraksi, mengikuti aturan, dan menghadapi berbagai situasi sehari-hari.

Peran orang tua penting dalam proses ini. Dengan memberikan contoh respons yang tenang, batasan yang konsisten, dan rasa aman, orang tua dapat membantu Si Kecil belajar mengelola emosinya secara bertahap.


Asupan nutrisi yang cukup juga sangat penting untuk mendukung proses ini. Selain makanan bergizi seimbang, Moms bisa melengkapi nutrisi Si Kecil dengan susu HealthyWay KIDS. Dengan formula lengkap BioShield A+, yang terdiri dari:

  • Digestive A+ dengan FOS Inulin untuk membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
  • Immune A+ dengan Vitamin C, D3, E, dan Zinc untuk membantu mendukung daya tahan tubuh anak.
  • Smart A+ dengan DHA, ALA, LA, dan Cod Liver Oil untuk membantu mendukung kecerdasan Si Kecil.
  • Asam Amino Triptofan yang membantu mendukung mood Si Kecil tetap terjaga.


Artikel Lainnya: 5 Tips Jaga Kesehatan Pencernaan Anak untuk New Moms

 

FAQ Seputar Menghadapi Anak Tantrum

1. Apakah tantrum merupakan hal yang normal pada anak?

Ya. Tantrum merupakan bagian yang umum dalam tumbuh kembang anak, terutama pada usia balita, ketika kemampuan komunikasi dan pengendalian emosi masih berkembang.

2. Apa yang sebaiknya dilakukan saat anak tantrum di tempat umum?

Tetap tenang, pindahkan anak ke tempat yang lebih aman dan tenang jika memungkinkan, lalu tunggu hingga emosinya mulai mereda. Hindari berteriak atau mempermalukan anak di depan orang lain.

3. Kapan tantrum perlu dikhawatirkan?

Tantrum perlu mendapat perhatian lebih jika terjadi sangat sering, berlangsung lama, disertai perilaku yang membahayakan, atau diikuti tanda-tanda keterlambatan perkembangan lainnya. Dalam kondisi tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak atau tenaga profesional.

 

Source: