UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.
Menjadi ibu baru berarti ada banyak hal yang perlu dipelajari, termasuk bagaimana menjaga kesehatan Si Kecil sejak dini. Salah satu yang tidak boleh luput dari perhatian adalah kesehatan pencernaan anak.
Sistem pencernaan atau digestive
system berperan dalam mencerna makanan, menyerap nutrisinya, dan membuang
sisa makanan dari tubuh. Oleh karena itu, menjaga kesehatan pencernaan penting
agar tubuh Si Kecil dapat memperoleh nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh dan
berkembang dengan optimal.
Bagi new moms, tidak perlu bingung harus mulai dari mana. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan anak. Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
Pencernaan yang sehat dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Kabar baiknya, Moms tidak perlu bingung karena langkah-langkahnya cukup sederhana. Mulai dari aktif bergerak hingga memenuhi kebutuhan serat dan cairan, yuk, simak 5 tips berikut untuk membantu menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil.
Ajak Si Kecil rutin bergerak melalui aktivitas seru seperti bersepeda, menari, atau bermain aktif di luar rumah. Selain mendukung tumbuh kembang, gerak tubuh secara aktif membantu merangsang pergerakan usus secara alami sehingga sistem pencernaan dapat bekerja lebih lancar.
Menjaga kesehatan pencernaan juga dimulai dari kebiasaan menjaga kebersihan. Ajarkan Si Kecil untuk mencuci tangan dengan sabun, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet. Pastikan pula makanan, peralatan makan, serta area untuk menyiapkan makanan tetap bersih. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko masuknya kuman ke dalam tubuh yang berpotensi menyebabkan gangguan pencernaan.
Terapkan jadwal makan yang teratur dan sajikan variasi makanan segar (real food) kaya serat, seperti sayur, buah, dan biji-bijian. Serat berfungsi menjaga kepadatan feses sekaligus membatasi paparan makanan ultra-proses (tinggi gula, garam, dan lemak) yang kurang baik bagi keseimbangan nutrisi usus anak.
Selain serat, cairan yang cukup juga penting untuk mendukung fungsi pencernaan. Pada anak yang sudah mengonsumsi makanan padat, kecukupan cairan membantu menjaga feses tetap lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.
Kebutuhan cairan setiap anak dapat berbeda berdasarkan usia, aktivitas, dan kondisi tubuh. Karena itu, berikan cairan sesuai kebutuhan Si Kecil dan jangan lupa menyesuaikannya dengan rekomendasi tenaga kesehatan, terutama pada bayi.
Selain kebiasaan
sehat di atas, perhatikan juga asupan penyeimbang mikrobiota usus. Probiotik dan
Prebiotik bekerja sama menjaga ekosistem usus tetap sehat, melancarkan BAB, dan
meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil.
Moms dapat melengkapi kebiasaan hidup sehat & pola makan harian Si Kecil dengan susu HealthyWay KIDS. Mengandung Formula lengkap BioShield A+, yang terdiri dari Digestive A+ dengan FOS Inulin Tertinggi untuk membantu menjaga sistem pencernaan tetap sehat dengan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus.
Dengan pencernaan yang terjaga, proses penyerapan
nutrisi dari makanan dapat berlangsung lebih optimal sehingga kebutuhan nutrisi
Si Kecil untuk tumbuh dan beraktivitas dapat terpenuhi.
Tak hanya mendukung kesehatan pencernaan, HealthyWay KIDS juga dilengkapi Immune A+ yang tinggi Vitamin C, D3, E, dan Zinc untuk membantu mendukung daya tahan tubuh anak. Sementara itu, Smart A+ diperkaya DHA, ALA, LA, dan Cod Liver Oil untuk membantu mendukung perkembangan dan kecerdasan Si Kecil.
Yuk Moms, lengkapi pola makan bergizi
seimbang Si Kecil dengan HealthyWay KIDS. Dengan dukungan Digestive A+,
kebutuhan nutrisi untuk pencernaan sehat dapat menjadi bagian dari rutinitas
harian Si Kecil, sehingga ia bisa lebih nyaman menjalani berbagai aktivitas,
belajar, bermain, dan tumbuh setiap hari. Susu HealthyWay KIDS, Investasi Nomor
1 Anak Cerdas Serba Bisa.
Artikel Lainnya: Si Kecil Masuk Sekolah? Intip Contoh Proses Belajar Anak Usia Dini Berikut!
Tidak ada satu pola BAB yang berlaku untuk semua anak. Namun, orang tua dapat memperhatikan apakah feses anak cenderung mudah dikeluarkan, tidak keras atau kering, dan anak tidak mengalami nyeri saat BAB. Pola BAB juga dapat berubah seiring bertambahnya usia dan perubahan pola makan.
Setelah anak mulai mengonsumsi makanan padat, pola makan yang beragam dan sesuai usia dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisinya. Serat dari sumber seperti buah, sayuran, serealia utuh, dan kacang-kacangan dapat menjadi bagian dari pola makan anak sesuai usia dan kemampuan makannya.
Konsultasikan
dengan dokter jika konstipasi berlangsung lebih dari dua minggu atau tidak
membaik dengan perawatan di rumah. Segera cari pertolongan medis jika
konstipasi disertai darah pada feses, muntah, nyeri perut terus-menerus, perut
kembung, atau penurunan berat badan.
Sumber