UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.
Pernahkah Moms melihat Si Kecil jadi lebih rewel, susah makan, atau sering mengeluh sakit perut? Banyak orang tua mengira ini hanya masalah sepele. Padahal, masalah pencernaan pada anak tidak boleh dianggap remeh. Gangguan pada sistem pencernaan ternyata bisa berdampak langsung pada proses tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun kognitif, karena pencernaan sehat investasi penting untuk kecerdasan dan daya tahan
Melansir laman situs Kementerian Kesehatan RI, pertumbuhan tubuh anak sangat bergantung pada asupan nutrisi yang dicerna dengan baik, terutama di masa emas pertumbuhan, yaitu sejak usia 0 hingga 6 tahun. Asupan gizi hanya akan terserap optimal bila pencernaannya sehat.. Jika pencernaannya terganggu, nutrisi penting tida terserap optimal dan akan menggangu pertumbuhan tinggi badan, berat badan, hingga perkembangan otak si kecil.
Sistem pencernaan berperan sebagai “gerbang utama” masuknya nutrisi ke dalam tubuh. Makanan yang dikonsumsi anak akan diolah di saluran cerna untuk kemudian diserap menjadi energi dan zat pembangun tubuh. Bila proses ini terganggu, tubuh anak akan kekurangan nutrisi meskipun asupannya tampak cukup.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), masalah pencernaan pada anak seperti diare berulang, sembelit kronis, atau malabsorpsi dapat menyebabkan anak mengalami gangguan pertumbuhan (growth faltering) hingga stunting bila berlangsung lama. Artinya, pencernaan yang tidak sehat bisa benar-benar menghambat potensi tumbuh kembang anak.
Dalam kehidupan sehari-hari, masalah pencernaan pada anak bisa muncul dalam berbagai bentuk, di antaranya:
1. Diare, yang menyebabkan cairan dan nutrisi cepat keluar sebelum sempat diserap tubuh.
2. Sembelit (konstipasi), yang membuat anak tidak nyaman, sakit saat buang air besar, dan menurunkan nafsu makan.
3. Perut kembung dan nyeri perut, sering membuat anak rewel dan sulit beraktivitas.
4. Mual dan muntah, yang dapat menyebabkan asupan makanan berkurang drastis.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa diare masih menjadi salah satu penyebab utama gangguan gizi pada anak di berbagai negara, karena mengganggu penyerapan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.
Ketika pencernaan terganggu, dampaknya tidak hanya terlihat pada berat badan yang sulit naik. Dalam jangka panjang, masalah ini juga bisa memengaruhi:
1. Pertumbuhan fisik, seperti tinggi dan berat badan yang tidak sesuai usia.
2. Daya tahan tubuh, karena penyerapan vitamin dan mineral menjadi tidak optimal.
3. Perkembangan otak dan kemampuan belajar, akibat kurangnya asupan zat penting seperti protein, zat besi, dan lemak sehat.
4. Kondisi emosional anak, karena anak yang sering sakit perut cenderung lebih rewel, mudah lelah, dan kurang aktif.
Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Hardinsyah MS, menyatakan bahwa kebutuhan gizi seorang anak harus dipenuhi dengan baik agar mereka tumbuh sebagai pribadi yang enerjik, berstamina, dan mampu menyelesaikan masalah. Hal ini menunjukkan bahwa pencernaan yang sehat memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan masa depan anak.
Moms perlu lebih peka jika Si Kecil menunjukkan tanda-tanda berikut:
1. Nafsu makan menurun
2. Berat badan sulit naik
3. Sering mengeluh sakit perut
4. Buang air besar tidak teratur
5. Mudah lelah dan tampak kurang aktif
Jika kondisi ini berlangsung lebih dari beberapa hari atau sering berulang, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, ya!
Kabar baiknya, banyak kebiasaan sederhana di rumah yang bisa membantu menjaga agar pencernaan anak sehat, seperti:
1. Memberikan makanan bergizi seimbang yang mengandung serat prebiotik seperti FOS Inulin, protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral.
2. Memastikan anak cukup minum air putih setiap hari.
3. Membiasakan cuci tangan sebelum makan untuk mencegah infeksi.
4. Mengatur jadwal makan yang teratur agar sistem cerna bekerja lebih optimal.
5. Memberikan susu yang mengandung FOS Inulin, seperti HealthyWay KIDS
Susu HealthyWay KIDS memiliki formula BioShield A+ dengan FOS Inulin tertinggi di antara susu pertumbuhan lainnya agar pencernaan anak sehat.
Selain itu, susu HealthyWay KIDS juga memiliki Immune A+ dengan tinggi vitamin C, D3, E, Zinc yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh Si Kecil, serta Smart A+ dengan COD Liver Oil, Tinggi DHA untuk anak, yang baik untuk mendukung kecerdasan anak.
Susu HealthyWay KIDS hadir dalam dua kategori, yaitu susu HealthyWay KIDS 1+ untuk memenuhi gizi anak usia 1-3 tahun dan HealthyWay KIDS 3+ untuk anak usia 3-5 tahun, tersedia juga varian rasa vanilla dan madu yang disukai anak. Selain itu, HealthyWay KIDS juga mengandung tinggi Asam Amino Triptofan untuk bantu mood baik Si Kecil tetap terjaga lho.
Dengan pencernaan yang sehat, penyerapan nutrisi akan berjalan maksimal, sehingga proses tumbuh kembang anak pun optimal. Yuk, lengkapi persediaan susu HealthyWay KIDS di rumah! Gizi lengkap, pilihan high-quality affordable yang benar-benar worth it! Investasi No.1 Anak Cerdas Serba Bisa.
Source:
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) – https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/gangguan-pencernaan-pada-bayi-i
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) – https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/masalah-saluran-cerna-anak-penyebab-dan-mengatasinya
- World Health Organization (WHO) – Diarrhoeal Disease Fact Sheet - https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/diarrhoeal-disease
- Pentingnya Pemenuhan Gizi Agar Anak Bisa Belajar Jadi Pemimpin - https://health.detik.com/anak-dan-remaja/d-3441357/pentingnya-pemenuhan-gizi-agar-anak-bisa-belajar-jadi-pemimpin.
- Kementerian Kesehatan RI – https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-usia/bayi-dan-balita/penyakit-pencernaan
- Kementerian Kesehatan RI – https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3749/pemberian-nutrisi-terbaik-untuk-otak-