ARTICLE CERDAS
SERBA BISA

UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.

Apa saja Peran Orang Tua dalam Proses Belajar Anak?

Apa saja Peran Orang Tua dalam Proses Belajar Anak?

Belajar bukan hanya soal duduk di bangku sekolah, mengerjakan tugas, atau mendapat nilai di rapor,  proses belajar anak adalah perjalanan panjang yang dipengaruhi oleh lingkungan terdekatnya — terutama keluarga. Di sinilah peran orang tua dalam proses belajar anak menjadi fondasi utama keberhasilan pendidikan buah hatinya.


Mengutip dari situs The Annie E. Casey Foundation, “Keterlibatan keluarga dalam pendidikan anak usia dini secara lebih kokoh mempersiapkan siswa-siswa ini untuk mengembangkan cinta belajar seumur hidup, yang menurut para peneliti merupakan kunci kesuksesan jangka panjang.” Dari sini terlihat bahwa keterlibatan orang tua memiliki pengaruh besar terhadap prestasi akademik, perkembangan emosi, hingga pembentukkan karakter anak. 


Peran Orang Tua dalam Proses Belajar Anak 

Lalu, sebenarnya apa saja peran orang tua dalam proses belajar anak? Berikut pembahasannya secara lengkap.


1. Orang Tua sebagai Pelatih dan Motivator Utama Anak

Setiap anak pasti pernah merasa lelah, bosan, atau kehilangan semangat belajar. Di momen inilah peran orang tua dalam proses belajar anak sebagai motivator utama sangat dibutuhkan. Orang tua berperan dalam:

- Memberi dorongan saat anak merasa gagal.

- Menghargai proses, bukan hanya hasil.

- Menumbuhkan rasa percaya diri.

- Mengajarkan anak bahwa belajar adalah kebutuhan, bukan paksaan.


2. Menjadi Sekolah dan Guru Pertama Bagi Anak

Sebelum anak mengenal guru di sekolah, ia lebih dulu belajar dari orang tuanya. Di rumah, orang tua berperan sebagai pembimbing utama dalam proses belajar. Bimbingan ini dapat dilakukan melalui:

- Mendampingi anak saat mengerjakan PR.

- Membantu menjelaskan materi yang belum dipahami.

- Membiasakan jadwal belajar yang teratur.

- Menyediakan lingkungan belajar yang nyaman dan bebas gangguan.


Keterlibatan orang tua dalam belajar di rumah membantu anak lebih mudah memahami pelajaran, memiliki kebiasaan belajar yang baik, dan terhindar dari stres akademik berlebihan. Meski begitu, bukan berarti orang tua harus selalu “lebih pintar”, tetapi kehadiran dan pendampingan itulah yang paling bermakna bagi anak.


3. Memberikan Dukungan Emosional

Melansir dari Kompas.com, orang tua berperan dalam memaksimalkan potensi yang ada dalam diri anak untuk mencapai impiannya, salah satunya dengan memberikan dukungan emosional.  Prestasi akademik tidak akan tumbuh optimal tanpa kondisi emosi yang sehat. Bentuk dukungan emosional yang bisa diberikan antara lain:

- Mendengarkan cerita anak tentang sekolah

- Memahami perasaan anak saat gagal atau kecewa

- Memberi rasa aman tanpa menghakimi

- Mengajarkan cara mengelola emosi.


Anak yang mendapat dukungan orang tua secara emosional dan verbal memiliki motivasi belajar yang lebih tinggi dibandingkan anak yang kurang mendapat perhatian. Dengan kata sederhana: ketika orang tua hadir sebagai penyemangat, anak akan merasa bahwa ia tidak berjuang sendirian.


4. Berkolaborasi dengan Guru di Sekolah

Keberhasilan pendidikan anak akan lebih optimal jika ada kerja sama antara rumah dan sekolah. Orang tua tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pendidikan kepada guru, begitu pula sebaliknya. Bentuk kolaborasi orang tua dengan sekolah meliputi:

- Menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, baik di sekolah maupun di rumah

- Memahami kemampuan anak dan tetap terlibat dalam pendidikan anak di sekolah

- Aktif berkomunikasi dengan wali kelas dan menghadiri pertemuan orang tua.

- Memantau perkembangan akademik dan perilaku anak

- Menyelaraskan aturan rumah dan sekolah


Semakin baik kerja sama antara sekolah dan rumah, maka semakin tinggi prestasi siswa secara keseluruhan.


5. Memberikan Contoh yang Baik dalam Sikap dan Kebiasaan Belajar

Peran orang tua dalam proses belajar anak yang juga tak kalah pentingnya adalah memberikan contoh yang baik, terutama dalam menerapkan kebiasaan belajar di rumah. Pasalnya, anak adalah peniru ulung, sehingga apa yang mereka lihat di rumah akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk cara belajar. Beberapa kebiasaan baik yang bisa diterapkan untuk meningkatkan minat belajar anak antara lain:

- Menerapkan kebiasaan membaca

- Disiplin waktu

- Bertanggung jawab terhadap tugas

- Menunjukkan rasa ingin tahu


Sebaliknya, jika anak melihat orang tua sering menunda pekerjaan, jarang membaca, atau mudah menyerah, maka mereka cenderung meniru kebiasaan orang tuanya di rumah. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu memberikan contoh yang baik ya, Moms!



Mengapa Peran Orang Tua dalam Proses Belajar Anak Sangat Menentukan Masa Depannya?

Peran orang tua dalam proses belajar anak begitu penting karena membantu membentuk fondasi karakter dan kebiasaan belajar, sebab anak menghabiskan waktu lebih banyak di rumah daripada di sekolah. Tak hanya itu saja, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda dan perlu dipahami secara personal oleh orang tuanya.


Dukungan emosional dari keluarga juga sangat memengaruhi kesiapan mental anak. Pendidikan yang hanya berfokus pada nilai akademik tanpa dukungan dari keluarga akan terasa timpang. Hal ini karena anak tak hanya butuh tumbuh menjadi anak yang cerdas, tetapi juga butuh dipahami, dihargai, dan didukung oleh orang terdekatnya.


Peran orang tua dalam proses belajar anak tidak hanya berhenti pada pendampingan akademik, tetapi juga sangat berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan gizi anak melalui pemberian makanan bergizi seimbang dan susu setiap harinya. Asupan gizi yang cukup berperan penting dalam menunjang fungsi otak, daya konsentrasi, daya ingat, serta stamina anak selama menjalani aktivitas belajar. 


Anak yang mendapatkan nutrisi seimbang dari karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral akan lebih siap menerima pelajaran, tidak mudah lelah, dan lebih optimal dalam berpikir. Sementara itu, susu sebagai salah satu sumber protein, kalsium, vitamin D, dan vitamin B kompleks berperan dalam pembentukan energi, pertumbuhan tulang, serta fungsi saraf yang mendukung proses belajar. 


HealthyWay KIDS dapat menjadi pilihan karena mengandung formula BioShield A+ yang terdiri dari Digestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi untuk menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil. Selain itu diperkaya dengan kandungan Immune A+ yang tinggi vitamin C, D3, E, dan Zinc untuk mendukung daya tahan tubuh. Tidak hanya itu, HealthyWay KIDS juga dilengkapi Smart A+ dengan COD Liver Oil, tinggi DHA, ALA, dan LA untuk mendukung kecerdasan anak.


Susu HealthyWay KIDS hadir dalam dua kategori, yaitu susu HealthyWay KIDS 1+ (untuk usia 1-3 tahun) dan HealthyWay KIDS 3+ (untuk usia 3-5 tahun), dengan varian rasa vanilla dan madu yang lezat. Pastikan berikan susu sesuai dengan tahapan usia Si Kecil agar penyerapan gizinya berjalan optimal ya! 


HealthyWay KIDS dengan gizi lengkap menjadi pilihan high-quality affordable yang benar-benar worth it, Investasi No.1 Anak Cerdas Serba Bisa.


Source:

- https://www.aecf.org/blog/parental-involvement-is-key-to-student-success-research-shows 

- https://www.gse.harvard.edu/ideas/news/25/11/when-kids-feel-they-matter-they-do-better-life 

- https://edukasi.kompas.com/read/2020/01/24/23223121/3-peran-orangtua-didik-anak-di-era-zaman-now.