ARTICLE CERDAS
SERBA BISA

UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.

Si Kecil Masuk Sekolah? Intip Contoh Proses Belajar Anak Usia Dini Berikut!

Si Kecil Masuk Sekolah? Intip Contoh Proses Belajar Anak Usia Dini Berikut!

Memasuki usia sekolah menjadi salah satu tahap penting dalam tumbuh kembang anak. Di masa ini, Si Kecil mulai mengenal lingkungan baru, berinteraksi dengan teman sebaya, mengikuti aturan, dan belajar berbagai keterampilan yang mendukung kemandiriannya.

Anak belajar melalui pengalaman yang menyenangkan dan aktivitas yang sesuai dengan tahap perkembangannya. Karena itu, proses belajar tidak selalu berarti duduk diam di dalam kelas dan mengerjakan tugas. Lantas, apa saja contoh proses belajar anak usia dini yang dapat dilakukan di sekolah maupun di rumah? Yuk, simak selengkapnya!

 

Contoh Proses Belajar Anak Usia Dini yang Bisa Dilakukan di Rumah

Proses belajar anak usia dini tidak harus selalu dilakukan melalui kegiatan akademis seperti mengenal huruf atau berhitung. Justru, berbagai aktivitas sederhana yang dilakukan di rumah dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar dan mengembangkan kemampuan baru. Agar lebih menyenangkan, orang tua dapat mengajak anak belajar melalui aktivitas visual, auditori, dan kinestetik yang melibatkan berbagai indra serta mendorong anak untuk aktif bereksplorasi.

1. Visual: Melihat, Mengamati, dan Mengenali

Aktivitas visual membantu anak belajar dengan mengamati gambar, warna, bentuk, maupun benda di sekitarnya. Orang tua dapat mengajak anak membaca buku bergambar, mencocokkan kartu berdasarkan warna atau bentuk, menyusun puzzle, mengelompokkan mainan berdasarkan ukuran, atau mencari benda dengan warna tertentu di dalam rumah.

Saat membaca buku, misalnya, orang tua bisa meminta anak menunjuk gambar hewan tertentu atau menebak apa yang akan terjadi pada halaman berikutnya. Aktivitas sederhana ini dapat membantu anak mengenali berbagai objek sekaligus melatih kemampuan mengamati, mengingat, dan memecahkan masalah.

2. Auditori: Mendengar, Berbicara, dan Bercerita

Anak juga dapat belajar melalui berbagai hal yang didengar dalam kesehariannya. Orang tua dapat mengajak anak mendengarkan cerita, bernyanyi bersama, bermain tebak suara, mendengarkan musik, atau sekadar mengobrol tentang kegiatan yang dilakukan sepanjang hari.

Saat bercerita, orang tua dapat memberikan pertanyaan sederhana seperti, “Menurut kamu, kenapa tokohnya melakukan itu?” atau “Kalau kamu jadi dia, apa yang akan kamu lakukan?” Selain memperkaya kosakata, aktivitas ini dapat membantu anak belajar mendengarkan, memahami informasi, menyampaikan pendapat, dan mengekspresikan perasaannya.

3. Kinestetik: Bergerak, Menyentuh, dan Mencoba Langsung

Belajar juga bisa dilakukan dengan mengajak anak bergerak dan mencoba sesuatu secara langsung. Beberapa contohnya adalah menggambar dan mewarnai, bermain balok, meronce, membuat prakarya sederhana, bermain peran, menari, menyiram tanaman, atau membantu orang tua melakukan aktivitas ringan di rumah.

Misalnya, ketika menyiram tanaman, anak dapat diajak mengamati apa yang terjadi pada tanaman setelah diberi air. Sementara saat bermain balok, anak dapat mencoba menyusun berbagai bentuk dan mencari tahu bagaimana membuat bangunan agar tidak mudah roboh. Pengalaman langsung seperti ini memberikan kesempatan bagi anak untuk bereksperimen, menggunakan koordinasi tubuh, sekaligus belajar memahami hubungan sebab dan akibat.

Dengan menggabungkan aktivitas visual, auditori, dan kinestetik, orang tua dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih beragam. Tidak perlu menyediakan aktivitas yang rumit atau perlengkapan khusus karena benda-benda yang ada di rumah pun dapat menjadi media belajar. Yang terpenting, berikan kesempatan bagi anak untuk melihat, mendengar, bergerak, menyentuh, mencoba, dan menemukan sesuatu dengan caranya sendiri.


Baca Juga: Mau Anak Berprestasi? Ini 5 Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

 

Apa Peran Orang Tua dalam Proses Belajar Anak?

Bukan sekadar menjadi pengajar dan pendamping yang memberikan rasa aman, berikut ini beberapa peran orang tua dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi tumbuh kembang anak.

1.                   Menciptakan suasana yang aman dan nyaman

Dalam menciptakan suasana yang membuat anak merasa aman dan percaya diri untuk belajar. Pada usia dini, anak masih banyak belajar melalui pengalaman dan interaksi dengan orang-orang terdekatnya. Oleh karena itu, dukungan orang tua tidak hanya berupa membantu anak menyelesaikan aktivitas, tetapi juga bagaimana orang tua mendampingi prosesnya.

2.                   Berikan kesempatan pada anak untuk bereksplorasi

Salah satu bentuk dukungan yang penting adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba dan bereksplorasi. Biarkan anak memilih warna yang disukai saat menggambar, mencoba menyusun balok dengan caranya sendiri, atau mencari jawaban ketika menemukan sesuatu yang membuatnya penasaran. Tidak apa-apa jika hasilnya belum sempurna. Kesempatan untuk mencoba, melakukan kesalahan, lalu mencoba kembali dapat membantu anak belajar bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar.

 

3.                   Membangun rasa percaya diri anak

Orang tua juga dapat membantu membangun rasa percaya diri anak dengan menghargai proses, bukan hanya hasil. Alih-alih hanya mengatakan “Wah, gambarnya bagus!”, orang tua dapat memberikan apresiasi yang lebih spesifik, seperti “Kamu berusaha memilih banyak warna untuk gambar ini” atau “Kamu mencoba lagi setelah baloknya tadi jatuh.” Apresiasi seperti ini membantu anak memahami bahwa usaha dan kegigihan juga merupakan hal yang penting dalam belajar.

 

4.                   Mendorong anak untuk berpikir kritis

Selanjutnya, orang tua dapat mendorong kemampuan berpikir kritis dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Ketika anak menemukan sesuatu, tidak selalu harus langsung diberikan jawabannya. Orang tua bisa bertanya, “Menurut kamu, kenapa bisa begitu?”, “Apa yang terjadi kalau kita melakukan ini?”, atau “Ada cara lain nggak untuk membuatnya?” Pertanyaan sederhana tersebut dapat mendorong anak untuk berpikir, mengemukakan pendapat, dan mencari solusi.

 

5.                   Memberikan dan menjadi contoh yang baik bagi anak

Hal yang tidak kalah penting, orang tua dapat menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari. Anak banyak belajar dengan mengamati perilaku orang di sekitarnya. Ketika orang tua terbiasa membaca, menjaga kerapian, mengonsumsi makanan bergizi, atau menunjukkan sikap ingin tahu terhadap sesuatu, anak dapat melihat contoh nyata dari kebiasaan tersebut. Karena itu, proses belajar tidak harus selalu berupa kegiatan yang sengaja dibuat sebagai “waktu belajar”, tetapi dapat terjadi melalui rutinitas sehari-hari.

 

6.                   Pahami minat dan bakat anak

Terakhir, usahakan agar proses belajar tetap terasa menyenangkan dan sesuai dengan minat anak. Setiap anak memiliki ketertarikan dan kecepatan belajar yang berbeda. Orang tua tidak perlu memaksakan anak untuk selalu mendapatkan hasil tertentu. Dengan memberikan ruang untuk bereksplorasi, mendengarkan pendapatnya, serta mendampingi tanpa terlalu cepat mengambil alih, orang tua dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, aktif, ingin tahu, dan berani mencoba hal baru.

 

Lengkapi Nutrisi Si Kecil untuk Mendukung Proses Belajarnya

Agar Si Kecil dapat aktif bermain, mengeksplorasi, dan belajar setiap hari, kebutuhan nutrisinya perlu dipenuhi melalui makanan bergizi seimbang yang dilengkapi dengan susu pertumbuhan anak sesuai usianya.

 

Susu HealthyWay KIDS dengan Formula BioShield A+ hadir sebagai Investasi No. 1 Anak Cerdas Serba Bisa, dengan kombinasi nutrisi yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

 

Untuk mendukung perkembangan otak dan proses belajar, susu HealthyWay KIDS memiliki Smart A+ yang diperkaya dengan DHA, Omega 3 & 6, serta Cod Liver Oil. Kandungan tersebut menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang mendukung perkembangan otak Si Kecil selama masa pertumbuhan.

 

Selain itu, Digestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi membantu mendukung kesehatan saluran cerna dan pertumbuhan bakteri baik di usus, sehingga mendukung proses pencernaan dan pemanfaatan nutrisi dari makanan. Sementara Immune A+ yang mengandung Vitamin C, D3, E, dan Zinc membantu mendukung daya tahan tubuh agar Si Kecil tetap aktif bermain, bereksplorasi, dan belajar.

Dengan kombinasi Smart A+, Digestive A+, dan Immune A+, susu HealthyWay KIDS membantu melengkapi kebutuhan nutrisi Si Kecil untuk mendukungnya tumbuh, aktif, dan menjadi anak cerdas serba bisa.


Artikel Lainnya: Sudah Makan Banyak Tapi Tumbuh Kembang Anak Belum Optimal? Ini Salah Satu Penyebabnya

 

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Apa yang dimaksud dengan proses belajar anak usia dini?

Proses belajar anak usia dini adalah proses ketika anak memperoleh pengetahuan dan mengembangkan berbagai keterampilan melalui bermain, eksplorasi, interaksi, komunikasi, dan pengalaman sehari-hari yang sesuai dengan tahap perkembangannya.

2. Apa contoh proses belajar anak usia dini di rumah?

Contohnya adalah membaca buku bersama, bermain puzzle atau balok, menggambar, memasak bersama, merapikan mainan, mengamati lingkungan, serta mengajak anak berdiskusi mengenai kegiatan sehari-hari. Bermain memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekaligus mengembangkan kemampuan kognitif, motorik, bahasa, dan sosial-emosional dengan cara yang menyenangkan.

3. Apa peran orang tua dalam mendidik anak usia dini?

Peran orang tua dalam mendidik anak antara lain menciptakan lingkungan yang mendukung proses belajar, memberikan stimulasi sesuai usia, menemani anak bereksplorasi, memberikan contoh yang baik, serta memberikan dukungan dan apresiasi.

 

Source:

Raising Children Network. Learning for babies and young children. https://raisingchildren.net.au/babies/play-learning/learning-ideas/learning-baby-to-preschool