UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.
Bulan Ramadan menjadi kesempatan untuk anak membangun kebiasaan baik dan melatih kedisiplinan sejak dini. Namun, perubahan pola makan dan jam istirahat selama Ramadan bisa memengaruhi kondisi fisik Si Kecil. Oleh karena itu, menjaga imunitas anak saat belajar berpuasa menjadi hal yang penting agar mereka tetap aktif, semangat, dan nyaman menjalani aktivitas sehari-hari.Namun, perubahan pola makan dan jam istirahat selama Ramadan bisa memengaruhi kondisi fisik Buah Hati. Oleh karena itu, menjaga imunitas anak saat belajar berpuasa menjadi hal yang sangat penting agar mereka tetap sehat, aktif, dan semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Tidak ada batasan usia yang benar-benar baku, tetapi umumnya anak mulai diperkenalkan puasa secara bertahap sejak usia 5–7 tahun, tergantung kesiapan fisik dan mentalnya. Melansir dari Tentang Anak, anak-anak usia ini umumnya sudah memiliki daya tahan tubuh yang lebih baik dan dapat mengontrol rasa lapar serta haus dibandingkan dengan usia yang lebih muda.
Alih-alih memaksakan Buah Hati untuk puasa full, orang tua bisa mengajarkan mereka untuk belajar berpuasa secara bertahap, misalnya dengan puasa setengah hari, namun dengan mempertimbangkan kesiapannya. Jika anak terlihat terlalu lemas, pusing, atau menunjukkan tanda dehidrasi, sebaiknya puasa dihentikan dan diberikan asupan makanan serta cairan yang cukup. Beberapa tanda anak siap belajar puasa antara lain:
1. Sudah memahami konsep puasa
2. Tidak memiliki kondisi kesehatan tertentu
3. Mampu menahan lapar dalam waktu tertentu
4. Tetap aktif dan tidak lemas berlebihan
Saat berpuasa, waktu makan anak terbatas hanya saat sahur dan berbuka. Jika asupan nutrisi tidak optimal, daya tahan tubuh bisa menurun. Padahal, anak tetap menjalani berbagai aktivitas seperti sekolah, bermain, dan mengaji. Melansir dari Antara News, orang tua perlu memperhatikan pilihan makanan untuk daya tahan tubuh anak agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi selama belajar puasa.
Mengingat sistem imun anak masih berkembang, penting memastikan asupan seperti vitamin, mineral, protein, dan cairan tetap tercukupi meski jadwal makan berubah. Menu harian juga dapat dilengkapi dengan sumber probiotik dan prebiotik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, sehingga turut mendukung kondisi tubuh anak selama berpuasa.
Agar imunitas anak tetap terjaga selama Ramadan, perhatikan komposisi menu sahur dan berbuka. Berikut nutrisi penting yang perlu dipenuhi:
Protein membantu pembentukan antibodi dan memperbaiki jaringan tubuh. Sumbernya bisa dari telur, ayam, ikan, daging, tahu, dan tempe.
Pilih nasi merah, roti gandum, kentang, atau oatmeal agar energi dilepaskan secara perlahan dan anak tidak cepat lapar.
Vitamin C, A, dan E berperan penting dalam menjaga sistem imun. Berikan jeruk, pepaya, wortel, bayam, atau brokoli dalam menu berbuka dan sahur.
Zinc dan vitamin D membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Nutrisi ini bisa diperoleh dari ikan, telur, susu, dan paparan sinar matahari pagi.
Pastikan anak minum air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur untuk mencegah dehidrasi.
Selain makanan utama, orang tua bisa memberikan susu pertumbuhan seperti HealthyWay KIDS saat sahur dan berbuka untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak.
Susu HealthyWay KIDS mengandung formula BioShield A+ yang terdiri dari Digestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi di antara susu pertumbuhan lainnya membantu menjaga kesehatan pencernaan, sehingga nutrisi terserap optimal dan energi lebih stabil selama berpuasa.
Untuk menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan, HealthyWay KIDS dilengkapi Immune A+ dengan tinggi vitamin C, D3, E, dan Zinc. Kandungan ini membantu mendukung sistem imun agar anak tetap fit. Selain itu, Smart A+ dengan COD Liver Oil, tinggi DHA, ALA, dan LA mendukung perkembangan otak dan konsentrasi anak agar tetap fokus saat belajar. Kandungan tinggi Asam Amino Triptofan juga membantu menjaga mood Si Kecil tetap ceria meski sedang menahan lapar dan haus.
Dengan pencernaan sehat, imunitas kuat, serta dukungan nutrisi untuk kecerdasan dan suasana hati, anak dapat menjalani puasa dengan lebih nyaman dan tetap aktif. Moms bisa memilih sesuai tahapan usia:
1. HealthyWay KIDS 1+ untuk anak usia 1–3 tahun
2. HealthyWay KIDS 3+ untuk usia di atas 3 tahun
Tersedia dalam rasa vanilla dan madu yang lezat, sehingga anak tetap semangat minum susu saat sahur maupun berbuka.
Belajar puasa bukan hanya soal menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menjaga kebiasaan sehat yang didukung oleh sistem imun yang kuat. Yuk, sediakan selalu Susu HealthyWay KIDS, Investasi No. 1 Nutrisi Si Kecil di Bulan Ramadan agar Buah Hati dapat berpuasa dengan lebih kuat dan semangat, Moms!
1. Apakah anak yang belajar puasa berisiko daya tahan tubuhnya menurun?
Bisa, jika asupan nutrisi dan cairannya tidak terpenuhi dengan baik. Karena itu penting memastikan menu sahur dan berbuka bergizi seimbang.
2. Apa tanda anak tidak kuat berpuasa?
Anak terlihat sangat lemas, pucat, pusing, muntah, atau tanda dehidrasi seperti bibir sangat kering.
3. Apakah susu boleh diminum saat sahur dan berbuka?
Boleh. Susu pertumbuhan bisa menjadi pelengkap nutrisi untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian anak.
Source: