UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.
Sebagai orang tua, Moms tentunya seringkali mendengar istilah golden age, bukan? Masa golden age anak, yaitu usia 0 hingga 6 tahun, adalah fase emas di mana otak Si Kecil berkembang sangat pesat dan menjadi pondasi utama bagi kecerdasan, karakter, serta kemampuan sosialnya di masa depan. Di periode inilah anak-anak belajar dengan cara paling alami—melalui bermain, meniru, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Itulah mengapa penting bagi Moms untuk memberikan stimulasi sensorik dan motorik yang tepat, kasih sayang yang hangat, serta nutrisi seimbang untuk optimalkan tumbuh kembang Si Kecil yang akan menjadi bekal berharga bagi masa depannya.
Stimulasi sensorik merujuk pada rangsangan yang diberikan untuk merangsang indera anak—penglihatan, pendengaran, sentuhan, penciuman, dan rasa. Sedangkan stimulasi motorik berkaitan dengan kemampuan gerak anak, baik motorik kasar (seperti merangkak, berjalan, melompat) maupun motorik halus (seperti memegang sendok, mencoret dengan krayon, menyusun balok).
Saat Si Kecil diberi stimulasi sensorik, seperti menyentuh berbagai tekstur, mendengar suara, mencium aroma, atau melihat warna-warni, inderanya akan belajar mengenali serta memproses informasi dengan lebih baik.
Hal ini membantu membentuk koneksi antar sel otak yang penting untuk kemampuan berpikir, belajar, dan beradaptasi.
Sementara itu, stimulasi motorik, seperti merangkak, memegang benda, berlari, atau menyusun balok dapat melatih koordinasi otot dan gerak tubuh Si Kecil. Kegiatan motorik kasar dan halus ini tidak hanya mendukung keterampilan fisik, tapi juga memperkuat kepercayaan diri dan kemandirian Si Kecil.
Jadi, stimulasi sensorik dan motorik selama masa golden age menjadi bagian penting dari fondasi tumbuh kembang anak secara menyeluruh, baik secara fisik, kognitif, emosional, maupun sosial. Yuk, simak pengaruh stimulasi sensorik dan motorik pada masa depan Si Kecil berikut ini.
Stimulasi sejak dini dapat membantu membentuk dan memperkuat jalur saraf di otak. Ketika Si Kecil bermain, menyentuh tekstur, atau mengeksplorasi lingkungan, otaknya bekerja keras menghubungkan informasi sensorik dan gerakan, yang mempercepat proses belajar.
Kegiatan seperti bermain pasir, menyusun balok, atau mendengarkan musik bisa meningkatkan fokus dan kemampuan anak dalam memahami instruksi, yang kelak berperan penting dalam pembelajaran bahasa dan komunikasi.
Anak yang mendapatkan stimulasi sensorik dan motorik yang cukup cenderung memiliki rasa percaya diri lebih baik dan mampu berinteraksi secara positif dengan lingkungan sosialnya.
Semakin dini semakin baik. Bahkan sejak usia 0 bulan, bayi sudah bisa diberi stimulasi ringan, seperti kontak kulit langsung, suara lembut ibu, dan pijatan halus. Seiring bertambahnya usia, stimulasi bisa semakin kompleks menyesuaikan kemampuan si kecil. Beberapa contoh stimulasi sensorik dan motorik yang bisa Moms coba di rumah, antara lain:
1. Meraba berbagai tekstur (kapas, pasir, kain, air)
2. Bermain cilukba dan mendengarkan suara berbeda
3. Menari dan bergerak mengikuti irama lagu
4. Bermain susun balok, menyortir warna dan bentuk
5. Melukis dengan jari (finger painting)
6. Mengajak anak merangkak, berjalan di atas permukaan berbeda (karpet, matras, lantai licin)
Memberikan stimulasi sensorik dan motorik bukan berarti harus membeli mainan mahal. Interaksi sederhana sehari-hari seperti menyanyi bersama, menyentuh benda-benda sekitar, atau membiarkan anak bermain tanah pun sudah sangat bermanfaat. Yang terpenting adalah konsistensi dan kehadiran orang tua dalam setiap prosesnya.
Selain stimulasi sensorik dan motorik, anak juga membutuhkan pemenuhan nutrisi yang tepat, seperti protein untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, lemak sehat untuk perkembangan otak, vitamin dan mineral untuk metabolisme, serta kalsium dan vitamin D untuk pertumbuhan tulang.
Untuk melengkapi kebutuhan tersebut, susu juga dapat menjadi nutrisi tambahan pada asupan harian Si Kecil. Hal ini karena pada umumnya susu mengandung kalsium, kolin, vitamin D, protein, serta diperkaya dengan nutrisi lain seperti omega-3 dan zat besi yang semuanya berperan penting dalam:
1. Menunjang perkembangan otak dan fungsi kognitif
2. Mendukung kekuatan tulang dan koordinasi motorik
3. Membantu daya tahan tubuh, agar anak aktif bergerak dan mengeksplorasi lingkungan
Dengan kata lain, ketika stimulasi sensorik dan motorik diberikan secara konsisten dan diiringi dengan asupan nutrisi yang seimbang, termasuk dari susu, Moms sedang memberikan kombinasi terbaik untuk mendukung tumbuh kembang optimal Si Kecil, baik dari dalam tubuh maupun lewat pengalaman sehari-hari.
Oleh karena itu, yuk lengkapi kebutuhan gizi Si Kecil agar tumbuh kembangnya berjalan optimal dengan memberikan susu HealthyWay KIDS, susu pertumbuhan yang juga berperan dalam mendukung pencernaan sehat pada anak-anak. Hal ini karena susu HealthyWay KIDS dilengkapi dengan Formula BioShield A+ yang terdiri dari Digestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi untuk menjaga kesehatan pencernaan, Immune A+ yang tinggi vit C, D3, E, Zinc untuk daya tahan kuat, Smart A+ dengan COD Liver Oil, Tinggi DHA, ALA, LA untuk mendukung kecerdasan otak, serta kandungan Asam Amino Triptofan yang tinggi untuk meningkatkan mood Si Kecil.
Agar penyerapan nutrisi dan pemberian stimulasi sensorik dan motorik berjalan optimal, pastikan untuk memberikan susu sesuai dengan tahapan usia Si Kecil ya, Moms. Susu HealthyWay KIDS tersedia dalam dua kategori, yaitu susu HealthyWay KIDS 1+ (untuk usia 1-3 tahun) dan HealthyWay KIDS 3+ (untuk usia 3-5 tahun) dengan dua varian rasa, Madu dan Vanila yang pasti disukai Si Kecil.
Kesehatan dan tumbuh kembang Si Kecil adalah investasi yang tak ternilai. Pastikan kebutuhan gizinya selalu terpenuhi dengan susu yang Worth It seperti HealthyWay KIDS. Yuk, lengkapi persediaan susu HealthyWay KIDS dengan membelinya di toko kesayangan sekarang juga. HealthyWay KIDS, Investasi No. 1 Anak Cerdas Serba Bisa!
Artikel Lainnya: 5 Cara Agar Anak Tidak Gampang Sakit
Source:
- Sensory Motor and Perceptual Motor Skills: What’s the Difference?. Retrieved 31th July, 2025. https://www.lynnekenney.com/post/sensory-motor-and-perceptual-motor-skills-what-s-the-difference
- Sensory Play and Brain Development for Children. Retrieved 31th July, 2025. https://kinderfieldhighfield.sch.id/sensory-play-and-brain-development-for-children
- Childrens Developmental Milestones Gross and Fine Motor Skills. Retrieved 31th July, 2025. https://www.brownhealth.org/be-well/childrens-developmental-milestones-gross-and-fine-motor-skills
- Developing Motor Skills. Retrieved 31th July, 2025. https://earlychildhood.qld.gov.au/early-years/early-learning-at-home/play/developing-motor-skills
- Relationship between sensory processing skills and motor skills in 12?month?old infants. Retrieved 31th July, 2025. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8625902/