UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.
Bulan puasa sering membawa perubahan pola makan dalam
keluarga. Meski anak belum wajib berpuasa, banyak orang tua mulai mengenalkan
latihan puasa secara bertahap. Di masa ini, menjaga kesehatan pencernaan anak
menjadi sangat penting agar proses tumbuh kembangnya tetap optimal.
Perubahan jam makan, asupan cairan yang berkurang, hingga
pola tidur yang berubah bisa memengaruhi sistem pencernaan anak. Karena itu,
orang tua perlu memahami bagaimana cara menjaga kesehatan pencernaan Si Kecil
selama bulan Ramadan.
Melansir dari Alodokter, sistem pencernaan berperan besar
dalam menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh dan mendukung tumbuh kembang anak.
Saat anak belajar puasa atau mengalami perubahan pola makan, risiko gangguan
seperti sembelit, perut kembung, atau nyeri lambung bisa meningkat. Jika
pencernaan terganggu, maka bisa menyebabkan beberapa kondisi seperti:
1. Penyerapan nutrisi menjadi tidak optimal
2. Penurunan nafsu makan
3. Energi anak berkurang
4. Anak jadi lebih mudah rewel
Menjaga kesehatan pencernaan anak selama puasa membantu
memastikan ia tetap aktif, ceria, dan tidak kehilangan asupan penting bagi
tubuh yang mendukung tumbuh kembangnya.
Menjaga kesehatan pencernaan anak sangat penting karena sistem pencernaan berperan besar dalam penyerapan nutrisi untuk tumbuh kembangnya. Anak dengan pencernaan yang sehat biasanya menunjukkan beberapa tanda berikut:
Anak buang air besar secara rutin (umumnya 1 kali sehari atau sesuai pola normalnya), dengan tekstur feses lembut dan tidak terlalu keras atau cair. Anak juga tidak mengeluh sakit saat BAB.
Sesekali gangguan bisa terjadi, tetapi jika pencernaan sehat, anak jarang mengalami sembelit berkepanjangan atau diare berulang.
Sistem cerna yang sehat membantu anak merasa nyaman sehingga nafsu makannya stabil dan tidak mudah menolak makanan.
Anak tidak sering mengeluh sakit perut, begah, atau terlihat tidak nyaman setelah makan.
Pencernaan yang optimal membantu penyerapan nutrisi berjalan baik, sehingga mendukung pertumbuhan fisik anak.
Ketika nutrisi terserap dengan baik, anak memiliki energi
cukup untuk bermain dan belajar.
Pada dasarnya, kebutuhan nutrisi untuk anak-anak sama
dengan kebutuhan nutrisi untuk orang dewasa, seperti vitamin, mineral,
karbohidrat, protein, dan lemak. Anak-anak membutuhkan jumlah nutrisi tertentu
yang berbeda-beda sesuai dengan usianya, termasuk saat berpuasa.
Melansir dari Mayo Clinic, pola makan terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak adalah yang sesuai dengan usia, tingkat aktivitas, dan karakteristik lainnya. Agar kesehatan pencernaan anak tetap terjaga dan tumbuh kembangnya optimal, pastikan kebutuhan nutrisi berikut terpenuhi saat sahur dan berbuka puasa:
Pilih seafood, daging tanpa lemak, unggas, telur, kacang-kacangan, kacang polong, produk kedelai, dan kacang-kacangan serta biji-bijian tanpa garam.
Ajak Buah Hati untuk mengonsumsi berbagai jenis buah-buahan segar sebagai sumber vitamin dan serat tubuhnya.
Sajikan berbagai macam sayuran segar, kalengan, beku, atau kering. Pilih kacang polong atau kacang-kacangan, serta sayuran berwarna-warni setiap minggu.
Tak hanya memberikan energi yang stabil, karbohidrat kompleks berperan penting juga dalam membantu menjaga konsentrasi dan kesehatan pencernaan. Beberapa pilihan yang bisa dimasukkan ke menu harian anak antara lain nasi merah, oatmeal, roti gandum, kentang, ubi, dan jagung. Pastikan juga untuk mengombinasikannya dengan lauk tinggi protein ya, Moms.
Zat besi, kalsium, vitamin D, dan zinc penting untuk daya tahan tubuh serta pertumbuhan tulang. Menu sahur dan berbuka sebaiknya tetap seimbang dan tidak terlalu tinggi gula atau lemak agar sistem pencernaan tidak “kaget”.
Memberikan
susu dua kali sehari saat sahur dan berbuka dapat membantu memenuhi kebutuhan
nutrisi anak, sekaligus mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara
optimal.
Susu dapat menjadi salah satu sumber nutrisi tambahan
untuk mencukupi kebutuhan nutrisi selama anak belajar berpuasa. Namun, penting
untuk memilih susu yang sesuai. Berikut beberapa tips memilih susu untuk
pencernaan anak yang tepat:
1. Mengandung prebiotik untuk mendukung kesehatan pencernaan
2. Memiliki kandungan nutrisi lengkap seperti protein,
vitamin, dan mineral
3. Mudah dicerna dan diisesuaikan dengan usia anak
Susu dengan kandungan prebiotik dapat membantu menjaga
keseimbangan bakteri baik di usus, sehingga sistem pencernaan tetap nyaman
selama perubahan pola makan di bulan puasa. Prebiotik adalah jenis serat
makanan yang menjadi “makanan” bagi bakteri baik di dalam usus.
Prebiotik adalah jenis serat yang menjadi makanan bagi
bakteri baik di dalam usus, sehingga membantu menjaga kesehatan pencernaan dan
mendukung daya tahan tubuh. Salah satu jenis prebiotik yang sering digunakan
adalah inulin, yaitu serat larut yang dapat membantu pertumbuhan bakteri baik
di saluran pencernaan.
Selain inulin, terdapat juga FOS (Fructooligosaccharides)
yang memiliki fungsi serupa dalam menstimulasi pertumbuhan bakteri baik.
Kombinasi prebiotik FOS dan inulin bahkan telah teruji secara klinis mampu
meningkatkan jumlah bakteri baik di usus lebih efektif dibandingkan dengan
prebiotik lainnya, sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus
dan mendukung kesehatan pencernaan secara optimal.
Untuk mengimbangi aktivitasnya yang padat, maka kebutuhan
nutrisinya tetap harus dijaga ya Moms. HealthyWay KIDS Investasi No. 1 Nutrisi Si
Kecil di Bulan Ramadan karena mengandung formula BioShield A+ yang terdiri dari
Digestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi di antara susu pertumbuhan lainnya yang
bantu menjaga kesehatan pencernaan, sehingga nutrisi terserap optimal dan
energi lebih stabil selama berpuasa.
Untuk menjaga daya tahan tubuh selama Ramadan, HealthyWay
KIDS dilengkapi Immune A+ dengan tinggi vitamin C, D3, E, dan Zinc. Selain itu,
Smart A+ dengan COD Liver Oil, tinggi DHA, ALA, dan LA mendukung perkembangan
otak dan konsentrasi anak agar tetap fokus saat belajar. Kandungan tinggi Asam
Amino Triptofan juga membantu menjaga mood Si Kecil tetap ceria meski sedang
menahan lapar dan haus.
Dengan pencernaan sehat, imunitas kuat, dan dukungan
nutrisi untuk kecerdasan serta suasana hati, anak dapat menjalani puasa dengan
lebih nyaman dan tetap aktif. Moms bisa memilih HealthyWay KIDS sesuai tahapan
usia: HealthyWay KIDS 1+ untuk anak 1–3 tahun dan HealthyWay KIDS 3+ untuk usia
di atas 3 tahun, tersedia dalam rasa vanilla dan madu yang lezat.
Yuk, dukung Si Kecil belajar puasa dengan nutrisi optimal
setiap hari! Pilih HealthyWay KIDS sekarang. Berikan HealthyWay KIDS dua kali
sehari saat sahur dan berbuka untuk dukung Si Kecil cerdas serba bisa selama
Ramadan.
Artikel Lainnya: Tips Menghadapi Anak Tantrum Pahami Penyebab dan Cara Menghadapinya Yuk, Moms!
Source: