UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.
Kemampuan fokus merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki anak sejak dini. Dengan fokus yang baik, anak akan lebih mudah memahami pelajaran, menyelesaikan tugas, mengikuti instruksi, hingga mengembangkan kemampuan sosialnya. Namun, pada usia anak-anak, rentang perhatian memang masih berkembang sehingga mereka mudah terdistraksi oleh berbagai hal di sekitarnya.
Ada beberapa cara melatih fokus anak yang dapat
dilakukan secara sederhana di rumah. Dengan latihan yang konsisten dan dukungan
dari orang tua, kemampuan konsentrasi anak dapat berkembang secara optimal.
Melansir Center for Early Childhood, kemampuan fokus merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini. Anak dengan fokus yang baik akan lebih mudah memahami informasi baru, mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, hingga mengembangkan kemampuan berpikir seiring bertambahnya usia.
Karena itu, penting bagi orang tua untuk melatih kemampuan fokus anak melalui berbagai stimulasi yang sesuai dengan usianya. Misalnya, mengajak anak membaca buku bersama, bermain puzzle, menyusun balok, menggambar, atau sekadar mengobrol dan bercerita tentang aktivitas sehari-hari.
Berbagai aktivitas sederhana tersebut membantu anak belajar memusatkan perhatian, mengingat informasi, serta menyelesaikan satu kegiatan hingga tuntas. Jika dilakukan secara rutin, stimulasi ini dapat membantu kemampuan fokus anak berkembang secara bertahap.
Selain stimulasi, kebiasaan sehari-hari juga turut berperan dalam melatih konsentrasi anak. Rutinitas yang konsisten, waktu istirahat yang cukup, serta asupan nutrisi yang seimbang dapat membantu anak lebih siap menerima dan mengolah informasi setiap hari.
Di sinilah peran orang tua menjadi sangat penting.
Dengan mendampingi anak, membangun rutinitas yang baik, serta memberikan
stimulasi dan nutrisi yang tepat, orang tua dapat membantu mendukung
perkembangan kemampuan fokus anak sejak dini.
Setiap anak memiliki kemampuan fokus yang berkembang
dengan kecepatan berbeda. Namun, orang tua dapat membantu mengasahnya melalui
berbagai kebiasaan dan aktivitas sederhana sehari-hari. Menerapkan cara melatih
fokus anak secara konsisten dapat membantu si kecil belajar berkonsentrasi,
mengikuti instruksi, serta mengembangkan kemampuan berpikirnya. Berikut 5
langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mendukung perkembangan fokus anak.
Lingkungan yang terlalu ramai dapat membuat
anak sulit berkonsentrasi. Saat anak belajar, membaca, atau mengerjakan tugas,
usahakan menciptakan suasana yang nyaman dan minim distraksi. Beberapa hal yang
bisa dilakukan antara lain:
Multitasking tidak selalu baik untuk anak. Membiasakan anak melakukan satu aktivitas hingga selesai dapat membantu meningkatkan kemampuan fokusnya. Misalnya, saat mewarnai, ajak anak menyelesaikan gambar terlebih dahulu sebelum berpindah ke permainan lain. Kebiasaan sederhana ini membantu melatih konsentrasi dan ketekunan sejak dini.
Belajar fokus tidak harus selalu melalui
kegiatan akademik. Banyak permainan yang dapat membantu melatih perhatian anak,
seperti:
Aktivitas semacam ini mengajarkan anak untuk memperhatikan detail, mengikuti instruksi, dan menyelesaikan tantangan dengan sabar.
Rutinitas harian membantu anak memahami kapan waktunya belajar, bermain, makan, dan beristirahat. Ketika jadwal anak lebih teratur, otak akan lebih mudah beradaptasi dan berkonsentrasi pada aktivitas yang sedang dilakukan. Cobalah membuat jadwal sederhana yang mencakup waktu bangun tidur, waktu makan, waktu belajar, waktu bermain, dan waktu tidur. Rutinitas yang konsisten juga membantu anak merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Selain stimulasi dan latihan yang konsisten, pemenuhan nutrisi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kemampuan fokus dan proses belajar anak. Nutrisi tertentu, seperti DHA, Omega 3 & 6, protein, vitamin, dan mineral berperan dalam mendukung perkembangan otak serta fungsi kognitif anak.
Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian Si Kecil, orang tua dapat memberikan asupan bergizi seimbang yang dilengkapi dengan susu pertumbuhan yang tepat. HealthyWay KIDS dengan Formula BioShield A+ hadir sebagai Investasi No. 1 Anak Cerdas Serba Bisa, membantu mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh melalui Digestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi yang membantu menjaga kesehatan saluran cerna dan mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Saluran cerna yang sehat berperan penting dalam membantu penyerapan nutrisi dari makanan agar lebih optimal.
Selain itu, terdapat Immune A+ dengan kandungan
Vitamin C, D3, E, dan Zinc untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tetap
aktif menjalani berbagai aktivitas dan belajar setiap hari. HealthyWay KIDS
juga dilengkapi dengan Smart A+ yang mengandung DHA, Omega 3 & 6, serta Cod
Liver Oil untuk membantu mendukung perkembangan otak dan proses belajar anak.
Dengan stimulasi yang tepat, pola makan bergizi
seimbang, serta nutrisi lengkap dari susu HealthyWay KIDS, dukung si kecil
tumbuh cerdas serba bisa menjadi pribadi yang lebih aktif, sehat, dan siap
belajar setiap hari.
Artikel Lainnya: Jangan Sampai Terlewat! Ini 8 Nutrisi untuk Daya Tahan Tubuh Anak yang Wajib Dipenuhi
Kemampuan fokus mulai berkembang sejak usia balita. Latihan dapat disesuaikan dengan usia anak, misalnya melalui permainan sederhana, membaca buku bersama, atau aktivitas kreatif yang menyenangkan. Secara umum, rentang perhatian anak berkisar sekitar 2–5 menit per tahun usia. Misalnya, anak usia 5 tahun biasanya dapat fokus sekitar 10–25 menit pada aktivitas yang diminatinya.
Makanan yang mengandung DHA, protein, zat besi, vitamin, dan mineral dapat membantu mendukung fungsi otak anak. Contohnya ikan laut, telur, susu, sayur, buah, dan kacang-kacangan. DHA merupakan salah satu nutrisi penting yang berperan dalam perkembangan otak dan sistem saraf. Asupan DHA yang cukup dapat membantu mendukung perkembangan kognitif dan kemampuan belajar anak sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
Jika anak mengalami kesulitan fokus yang sangat
mengganggu aktivitas belajar, interaksi sosial, atau perkembangan sehari-hari
secara konsisten dalam jangka waktu lama, sebaiknya konsultasikan dengan dokter
atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Source: Center for Early Children Focus. Learning to focus: how early brain development boosts – and limits – raw learning power. https://centreforearlychildhood.org/news-insights/guest-essays/learning-to-focus-how-early-brain-development-boosts-and-limits-raw-learning-power/