UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.
“Ibu, kenapa langit biru?”
“Kenapa air bisa tumpah dan bikin basah?”
“Kenapa kucing kakinya empat, tapi ayam kakinya dua?”
Pertanyaan-pertanyaan seperti ini tentunya membuat Moms seringkali merasa kaget sekaligus bingung, ya? Tenang Moms, ini tandanya rasa ingin tahunya sedang berkembang pesat. Pada usia dini, rasa penasaran adalah “bahan bakar utama” anak untuk belajar tentang dunia. Kabar baiknya, rasa ingin tahu anak sejak usia dini bisa dikembangkan secara alami melalui aktivitas yang paling disukai anak: bermain!
Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa disadari anak sebenarnya belajar banyak hal, mulai dari bermain air saat mandi, menyusun balok, sampai ikut Moms di dapur. Semua itu adalah momen emas untuk menumbuhkan rasa ingin tahu mereka.
Rasa ingin tahu anak usia dini adalah dasar dari proses berpikir, belajar, dan pemecahan masalah. Anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi cenderung lebih aktif bertanya, mencoba hal baru, dan tidak mudah menyerah.
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), saat anak bermain, sebenarnya otaknya sedang bekerja sangat aktif. Melalui bermain, anak-anak dapat meningkatkan kemampuan anak-anak dalam merencanakan, mengatur, berinteraksi dengan orang lain, dan mengendalikan emosi. Selain itu, bermain juga membantu dalam pengembangan bahasa, matematika, dan keterampilan sosial, serta membantu anak-anak mengatasi stres.
Sementara itu, UNICEF menyebutkan bahwa stimulasi rasa ingin tahu anak sejak usia dini, termasuk lewat permainan, sangat berperan dalam membentuk kemampuan kognitif dan rasa ingin tahu anak di masa depan.
Bagi anak, bermain bukan sekadar mengisi waktu. Melalui permainan, anak bebas bereksplorasi tanpa rasa takut salah, belajar dari pengalaman secara langsung, mampu menggunakan imajinasi dan kreativitasnya dengan optimal, dan terbiasa mencoba dan memecahkan masalah. Melansir dari laman situs UNICEF, bermain adalah salah satu cara terpenting bagi anak-anak untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan esensial karena beberapa alasan, seperti:
1. Play is Meaningful
Bermain memberikan banyak makna bagi anak-anak. Anak-anak bermain untuk memahami dunia di sekitar mereka dan mengekspresikan serta memperluas pemahaman mereka tentang pengalaman yang mereka alami.
2. Play is Joyful
Bermain adalah hal yang menyenangkan sekaligus memberikan tantangan bagi anak-anak. Tetapi secara keseluruhan, perasaan yang dirasakan adalah kesenangan, motivasi, kegembiraan, dan kenikmatan.
3. Play is Actively Engaging
Bermain adalah aktivitas yang melibatkan anak secara aktif, baik secara fisik, mental, emosional, maupun sosial, bukan sekadar aktivitas pasif seperti hanya menonton atau mendengar. Artinya, saat anak bermain, ia tidak hanya diam menerima rangsangan, tetapi juga berpikir (memecahkan masalah, membuat keputusan), bergerak (menggunakan motorik kasar & halus), berinteraksi (dengan orang tua, teman, atau lingkungan), dan berimajinasi serta berekspresi (emosi dan kreativitas). Contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari misalnya saat anak menyusun balok, maka ia cenderung aktif berpikir dan melatih motorik. Saat bermain peran jadi dokter, ia aktif berimajinasi dan berkomunikasi. Saat bermain air, ia aktif bereksperimen dan belajar sebab-akibat
4. Play is Iterative
Bermain adalah proses yang berulang-ulang dan terus berkembang. Anak tidak langsung bisa dalam satu kali mencoba. Saat bermain, anak akan mencoba, lalu gagal, mencoba lagi, dan memperbaiki caranya. Mereka akan mengulang permainan dengan cara berbeda dan belajar dari kesalahan tanpa takut disalahkan. Misalnya saat anak belajar mengayuh sepeda, jatuh, lalu mencoba lagi keesokan harinya. Dari proses ini, anak belajar pantang menyerah, problem solving, dan berpikir kreatif.
5. Play is Socially Interactive
Bermain melibatkan interaksi sosial dengan orang lain. Saat bermain, anak belajar, berkomunikasi, bergiliran, bekerja sama, mengerti perasaan orang lain, dan mengikuti aturan sederhana dalam bermain. Misalnya saat anak bermain masak-masakan dengan teman, bermain bola bersama kakak atau Ayah, atau bermain peran (dokter-dokteran, sekolah-sekolahan). Dari sini, anak mengembangkan kemampuan sosial, empati, dan komunikasi.
Moms tidak perlu mainan mahal, sebab aktivitas sehari-hari di rumah pun bisa menjadi sarana belajar yang luar biasa, seperti:
1. Bermain Air dan Benda Terapung
Saat mandi atau bermain di ember, ajak anak mencoba mana benda yang bisa tenggelam dan mengapung. Dari sini, anak belajar sebab-akibat sambil memuaskan rasa penasarannya.
2. Bermain Masak-Masakan
Biarkan anak meniru aktivitas di dapur. Anak akan belajar mengenal tekstur, warna, aroma, dan fungsi alat, sekaligus bertanya banyak hal.
3. Menyusun Balok atau Puzzle
Permainan ini membantu anak berpikir logis, mencoba berbagai kemungkinan, dan belajar dari kesalahan.
4. Bermain Peran (Role Play)
Dokter-dokteran, jual-belian, atau sekolah-sekolahan membuat anak berimajinasi, bertanya, dan memahami peran sosial.
Permainan akan jauh lebih bermakna jika didampingi dengan sikap orang tua yang tepat. Beberapa hal yang bisa Moms lakukan antara lain:
1. Tidak langsung memberi jawaban, tapi balikkan dengan pertanyaan, seperti, “Menurut kamu kenapa langitnya bisa biru?”
2. Memberi apresiasi saat anak bertanya, bukan malah menyuruhnya diam.
3. Memberi waktu anak untuk eksplorasi, walau terkadang membuat rumah jadi sedikit berantakan.
4. Terlibat langsung dalam permainan, bukan hanya mengawasi dari jauh.
Anak yang rasa ingin tahunya terasah sejak dini cenderung memiliki:
- Kemampuan berpikir kritis yang lebih baik
- Daya imajinasi dan kreativitas tinggi
- Kepercayaan diri saat mencoba hal baru
- Semangat belajar jangka panjang
Dalam jangka panjang, rasa ingin tahu juga menjadi fondasi penting bagi prestasi akademik dan keterampilan hidup anak.
Mengembangkan rasa ingin tahu anak usia dini tidak harus melalui cara rumit atau mahal. Justru lewat permainan sederhana yang hadir dalam kehidupan sehari-hari, anak bisa belajar, bereksplorasi, dan tumbuh menjadi pribadi yang aktif serta percaya diri. Dengan pendampingan yang hangat dari orang tua, setiap momen bermain bisa menjadi kesempatan emas untuk menumbuhkan kecintaan anak pada proses belajar itu sendiri.
Agar proses belajar ini berjalan optimal, tentu perlu didukung dengan asupan nutrisi yang tepat, salah satunya melalui pemberian susu pertumbuhan yang sesuai usia, seperti HealthyWay KIDS. Nutrisi dalam HealthyWay KIDS merupakan investasi no 1 untuk mendukung si kecil tumbuh cerdas serba bisa.
Susu HealthyWay KIDS merupakan susu pertumbuhan yang dilengkapi formula BioShield A+,terdiri dari Digestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi di antara susu pertumbuhan lainnya untuk kesehatan pencernaan Si Kecil, Immune A+ dengan tinggi vitamin C, D3, E, Zinc untuk menjaga daya tahan tubuh Si Kecil, serta Smart A+ dengan COD Liver Oil, Tinggi DHA ALA, dan LA untuk kecerdasan si kecil. Selain itu, HealthyWay KIDS juga memiliki kandungan Amino Triptofan yang tinggi untuk bantu jaga mood baik Si Kecil.
susu HealthyWay KIDS terdiri dari 2 varian yang disesuaikan dengan tahapan usia Si Kecil. susu HealthyWay KIDS 1+ untuk memenuhi gizi anak usia 1-3 tahun dan HealthyWay KIDS 3+ untuk anak usia 3-5 tahun. Tersedia dalam varian rasa vanilla dan madu yang lezat.
Dengan gizi lengkap, HealthyWay KIDS adalah pilihan high-quality affordable yang benar-benar worth it! Investasi No. 1 Anak Cerdas Serba Bisa.
Source:
- American Academy of Pediatrics (AAP) – https://www.healthychildren.org/English/family-life/power-of-play/Pages/the-power-of-play-how-fun-and-games-help-children-thrive.aspx
- UNICEF – Early Childhood Development and Learning Through Play - https://www.unicef.org/sites/default/files/2018-12/UNICEF-Lego-Foundation-Learning-through-Play.pdf
- The Human Safety Net - https://www.thehumansafetynet.org/it/stories-and-news/news/all/2024/five-tips-on-empowering-children-through-play?gad_source=1&gad_campaignid=21900870678&gbraid=0AAAAAoiFuqrjI-18m08yhXUQf3M04rwiF&gclid=Cj0KCQiA_8TJBhDNARIsAPX5qxTXhZdTCWxHCtKAtuuzJtKxeur0UpKWBrJo24CpQqOUCcKifc-wrg0aArpWEALw_wcB