ARTICLE CERDAS
SERBA BISA

UPGRADE wawasan Moms seputar tumbuh kembang Si kecil supaya menjadi
ANAK CERDAS SERBA BISA.

Apa Contoh Rasa Ingin Tahu bagi Seorang Anak? Yuk, Temukan Jawabannya, Moms!

Apa Contoh Rasa Ingin Tahu bagi Seorang Anak? Yuk, Temukan Jawabannya, Moms!

Rasa ingin tahu adalah “bahan bakar” utama proses belajar anak. Dari lahir hingga usia sekolah, anak selalu menggunakan indera dan pikirannya untuk memahami dunia di sekitarnya. Rasa ingin tahu anak usia dini bukan sekadar pertanyaan “Apa itu?” tetapi juga menjadi tanda bahwa otak anak sedang aktif berkembang, membangun koneksi baru, dan mempersiapkan kemampuan berpikir yang lebih kompleks.


Sebagai orang tua, penting bagi Moms untuk mengenali bentuk-bentuk rasa ingin tahu anak usia dini agar bisa mendampingi dan memberikan dukungan yang optimal. Yuk, kenali apa saja contoh rasa ingin tahu pada anak dan bagaimana Moms bisa ikut mendukung proses tumbuh kembangnya!


Apa Contoh Rasa Ingin Tahu bagi Seorang Anak?

Melansir dari laman situs Harvard Graduate School of Education, rasa ingin tahu adalah sifat bawaan pada semua manusia — sebuah perasaan yang mirip dengan rasa lapar atau haus. Rasa ingin tahu berfungsi sebagai semacam filter yang kita gunakan untuk menyaring dunia, membantu pikiran memutuskan informasi mana yang perlu diperhatikan.


Anak-anak belajar tentang dunia melalui pertanyaan, eksplorasi, dan mencoba hal-hal baru. Namun kadang, Moms mungkin bertanya-tanya: perilaku seperti apa saja sih yang sebenarnya menunjukkan bahwa rasa ingin tahu Si Kecil sedang berkembang dengan baik? Untuk memahaminya lebih jelas, yuk simak apa contoh rasa ingin tahu bagi seorang anak berikut ini!

1. Sering Bertanya “Kenapa?”, “Apa?”, atau “Bagaimana?”

Rasa ingin tahu anak usia dini paling terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang tidak ada habisnya. Meski kadang membuat Moms kehabisan jawaban, ini tanda anak sedang belajar memahami konsep baru. Contohnya:

- “Kenapa hujan turun?”

- “Kenapa pesawat bisa terbang?”

- “Gimana bunga bisa tumbuh?”

2. Senang Mencoba Berbagai Hal Baru

Anak sering membongkar mainan, mencoba alat rumah tangga (safe zone), atau menyentuh benda baru. Ini adalah bentuk eksplorasi dan eksperimen alami. Contoh:

- Membongkar balok, puzzle, hingga remote TV untuk tahu isinya.

- Mencoba berbagai cara memainkan mainan yang sama.

3. Menyentuh, Mengendus, atau Mencicipi (Pada Anak Balita)

Pada usia dini, anak belajar lewat sensori. Mereka ingin tahu tekstur, bau, dan rasa dari benda di sekitarnya. Contoh:

- Meremas pasir, main air, atau memegang daun.

- Mengamati serangga dengan penuh perhatian.

4. Meniru Gerakan atau Perilaku Orang Dewasa

Anak belajar melalui observasi. Ketika mereka ingin meniru gerakan orang tuanya, itu tanda rasa ingin tahunya sedang berkembang. Contohnya:

- Meniru cara memasak, menyapu, bekerja di laptop.

- Menirukan ekspresi atau ucapan tertentu.

5. Suka Bermain Peran (Role Play)

Anak berimajinasi menjadi dokter, guru, pilot, atau karakter tertentu sebagai cara menjawab rasa ingin tahu tentang profesi atau situasi sosial. Contohnya:

- Bermain dokter-dokteran setelah mengunjungi klinik.

- Mengajar boneka seolah-olah sedang menjadi guru.

6. Memperhatikan Detail-Detail Kecil

Anak bisa tiba-tiba fokus pada hal yang tidak Moms perhatikan: semut berjalan, suara kipas, atau bentuk awan. Ini tanda bahwa mereka menggunakan kemampuan observasi yang semakin kuat.

7. Senang Bereksperimen

Anak mencoba-coba sesuatu untuk melihat apa yang terjadi. Contohnya:

- Mencampur warna cat untuk melihat hasilnya.

- Menjatuhkan benda berbeda untuk membandingkan suara atau gerakan.

8. Tertarik pada Buku, Cerita, atau Video Edukasi

Rasa ingin tahu mendorong anak untuk menikmati cerita baru, gambar baru, dan pengetahuan baru. Contohnya:

- Meminta dibacakan buku berulang-ulang.

- Menonton konten edukasi dan bertanya tentangnya.


Bagaimana Moms Bisa Mendukung Rasa Ingin Tahu Anak Usia Dini?

The Curiosity Approach menjelaskan beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung rasa ingin tahu anak usia dini sebagai berikut:

1. Mendukung minat dan bakat Si Kecil. Coba eksplorasi minat mereka, mengembangkan ide-ide mereka, dan melibatkan anak dalam diskusi yang bermakna tentang hal-hal yang paling penting.  

2. Ajukan pertanyaan terbuka seperti: mengapa, apa, siapa, kapan, dan di mana untuk mendorong diskusi dan percakapan, serta membangkitkan rasa ingin tahu anak.

3. Jawab pertanyaan dengan penuh semangat. Tanggapi pertanyaan anak dengan penuh pertimbangan. Jika Moms tidak tahu jawabannya, cari tahu bersama melalui internet, buku, atau ahli. 

4. Ajak anak-anak untuk mengumpulkan barang-barang kecil yang menarik dan memikat mereka, seperti cangkang kerang yang indah atau batu kerikil yang halus dan unik. 

5. Memberikan waktu dan ruang untuk bereksperimen, bermain, menjelajah, dan menyelidiki menumbuhkan rasa ingin tahu yang tinggi. Berikan mereka alat untuk eksplorasi, seperti kaca pembesar, ember, pita pengukur, pasir, tanah liat, air, dan gelas ukur untuk penelitian kecil-kecilan mereka. 


Pemberian Susu untuk Mendukung Rasa Ingin Tahu Anak Usia Dini

Seiring bertambahnya usia, rasa ingin tahu Si Kecil berkembang sangat pesat. Mereka mulai rajin mengamati benda di sekitarnya, bereksperimen dengan hal baru, hingga aktif bertanya tentang segala yang mereka lihat. Nah, agar proses eksplorasi ini berjalan optimal, stimulasi saja tidak cukup—. Mom juga perlu memperhatikan kesehatan pencernannnya karena pencernaan sehat investasi untuk daya tahan dan kecerdasan. Oleh karena itu, penting untuk Moms memberikan susu yang tepat seperti HealthyWay KIDS yang dapat menjaga kesehatan pencernaan, daya tahan dan kecerdasan.


HealthyWay KIDS mengandung formula BioShield A+ yang terdiri dariDigestive A+ dengan FOS Inulin tertinggi di antara susu pertumbuhan lainnya, untuk jaga  kesehatan pencernaan,Immune A+ yang tinggi vitamin C, D3, E, serta Zinc, berperan menjaga daya tahan tubuh, dan Smart A+ dengan COD Liver Oil, Tinggi DHA, ALA, dan LA untuk mendukung perkembangan kognitif, agar dapat mendorong rasa ingin tahu anak usia dini untuk si kecil tumbuh cerdas serba bisa.


HealthyWay KIDS juga mengantung tinggi Asam Amino Triptofan untuk menjaga mood Si Kecil tetap baik, sehingga mereka lebih semangat belajar dan bereksplorasi setiap hari.


Agar manfaatnya optimal, berikan susu HealthyWay KIDS sesuai tahapan usia si kecil, ya Moms. HealthyWay KIDS 1+ untuk memenuhi kebutuh gizi anak usia 1–3 tahun dan HealthyWay KIDS 3+ untuk memenuhi kebutuh gizi anak usia 3–5 tahun.Tersedia dalam rasa vanilla dan madu yang lezat. Kombinasi antara stimulasi yang tepat dan nutrisi lengkap dari HealthyWay KIDS inilah yang membantu mengoptimalkan rasa ingin tahu sekaligus potensi kecerdasan Si Kecil. HealthyWay KIDS, investasi nomor 1 anak cerdas serba bisa!



Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

1. Kenapa rasa ingin tahu penting untuk anak?

Karena rasa ingin tahu membantu perkembangan otak, kemampuan bahasa, kreativitas, dan problem-solving.

2. Apa yang harus dilakukan jika rasa ingin tahu anak membuatnya melakukan hal berbahaya?

Berikan batasan yang aman dan selalu mendampinginya, tetapi jangan mematikan rasa ingin tahunya. Berikan alternatif aman untuk mengeksplorasi.

3. Apakah gadget bisa membantu menumbuhkan rasa ingin tahu anak?

Bisa, jika digunakan dengan bijak dan dalam durasi terbatas. Namun aktivitas nyata seperti bermain dan eksplorasi langsung tetap jauh lebih baik.


Source:

- https://www.gse.harvard.edu/ideas/edcast/25/10/how-curiosity-can-unlock-learning-every-child

- https://www.gse.harvard.edu/ideas/usable-knowledge/20/11/curious-mind 

- https://www.thecuriosityapproach.com/blog/how-can-we-encourage-curiosity-in-early-years#:~:text=Ask%20open%20ended%20questions%2C%20to,to%20your%20child's%20questions%20thoughtfully.


ARTIKEL TERKAIT